Monday, July 26, 2010

sindrom menoreh



gara-garanya nemu situs e-book buat buku lawas ini di penghujung tahun 2008 kemarin, dimana pertama kali aku baca saat akhir-akhir tahun kelas 3 SMP, walhasil mat jadi tambah “belo” dikarenakan melotoin kompi dan juga pake acara nge-print dengan font super kecil plus marjin tp-bottom-right-left super mepet (tak lain dan tak bukan karena banyak sekali jilid untuk cerita silat ini).
ya, aku sedang berbicara tentang salah satu karya bapak S.H. Mintardja yang berjudul (pake background musik semakin menajak …jreng…jreng…jreng) “Api Di Bukit Monoreh”.

berikut ini apa yang saya dapat dari http://ceritasilat.wikia.com/wiki/S._H._Mintardja

S. H. Mintardja

Dari Cerita Silat

S. H. Mintardja

S.H. Mintardja atau Singgih Hadi Mintardja adalah pelopor penulis cerita silat. Sebelumnya, cerita silat bernuansa Cina telah lama populer di masyarakat, baik yang merupakan hasil terjemahan literatur cina oleh O.K.T (Oey Kim Tiang) dan Gan Kok Liang a.k.a. Gan K.L. ataupun hasil karya original seperti oleh Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo . Ia meninggal pada umur 66 dalam tahun 1999.
SH Mintardja adalah pengarang cerita silat Indonesia (Jawa) terbesar, yang mengarang banyak cerita silat, salah satunya memegang rekor kisah ‘terpanjang’, yakni ‘Api Di Bukit Menoreh’. Buku tersebut dikarang selama 32 tahun (terbit 1 per bulan) sejak 1967. Ketika beliau tutup usia di tahun 1999, ‘Api’ sudah mencapai 4 episode, 396 jilid. Kisah lainnya yang populer adalah ‘Naga Sasra dan Sabuk Inten’, yang ditulis sebelum ‘Api’. Berbagai karya SH Mintardja yang sarat dengan falsafah dan budaya Jawa ini sungguh memikat untuk dinikmati dan dikoleksi.

Karya-karya

Mintardja telah menulis lebih dari 400 buku, yang terpanjangnya adalah Api di Bukit Menoreh dengan 396 buku. Judul-judul buku yang telah ditulisnya antara lain adalah]:
  • Api di Bukit Menoreh (396)
  • Tanah Warisan (8)
  • Matahari Esok Pagi (15)
  • Meraba Matahari (9)
  • Suramnya Bayang-bayang (34)
  • Sayap-sayap Terkembang (67)
  • Istana yang Suram (14)
  • Nagasasra Sabukinten (16)
  • Bunga di Batu Karang (14)
  • Yang Terasing (13)
  • Mata Air di Bayangan Bukit (23)
  • Kembang Kecubung (6)
  • Jejak di Balik Bukit (40)
  • Tembang Tantangan (24)

Memperkenalkan istilah baru

Umumnya seorang penulis cerita silat menggunakan kata-kata seperti silat atau beladiri untuk merujuk pada keahlian dalam berkelahi, tapi tidak Mintardja. Ia memperkenalkan istilah-istilah baru, seperti olah kanuragan atau ilmu kanuragan sebagai ganti kata-kata tersebut.
jadi, lihat sendiri Api Di Bukit Menoreh ada 396 jilid sendiri. tapi memang seru, dilengkapi juga dengan gambar-gambar yang merupakan karya:

Gambar Kulit :Herry Wibowo
Ilustrasi :Sudyono
Penerbit : Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta

Link e-book:
http://adbmcadangan.wordpress.com/

Bookmark and Share

No comments:

Post a Comment